MEMBUAT JARINGAN ROUTER STATIC
Disusun Oleh Kelompok L :
M. Hibatul Azizi
|
NIM: 064001600021
|
|
Ridho Rachmat G
|
NIM: 064001800006
|
|
Fikri Khalish
|
NIM: 064001800031
|
|
Uray Asyifa
|
NIM: 064001800033
|
|
Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2017
I.
Tujuan Praktikum
Laporan ini dibuat untuk menyelesaikan praktikum tujuh matakuliah Jaringan
Komputer. Selain itu, hal ini juga beguna sebagai panduan umum
dalam membuktikan percobaan Routing Static
II.
Teori Percobaan
Tracer merupakan aplikasi untuk simulator alat-alat
jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan,
dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat
oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang
telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer
adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami
prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan
Cisco.
Pengertian Router adalah sebuah
alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju
tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalaan. Proses
penghalaan terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol)
dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.
Router berfungsi sebagai penghubung 2
jaringan atau lebih untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan
lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa
alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Default Gateway Supaya Router dapat
mentransmisikan data. Default gateway sebagai alamat router, tanpa default
gateway, komputer tidak dapat mengetahui router mana yang akan disambungkan
dengan perangkat, jaringan, atau internet.
III. Langkah-Langkah Percobaan
1.Buat topologi
seperti berikut ini.
2. Atur IP address dan
Default Gateway masing-masing PC
3. Setting CLI pada masing-masing Router
Router0
Router>en
// enable
Router #conf t
//configure terminal
Router (config)#int
fa0/0 //setting interface
dari router ke switch
Router
(config-if)#ip add 172.16.1.1 255.255.255.0
Router
(config-if)#no shut //mengaktifkan
setting diatasnya
Router
(config-if)#ex //exit
Router (config)#
Router (config)#int
s2/0 //setting
interface serial di Router
Router
(config-if)#ip add 172.16.2.1255.255.255.0
Router
(config-if)#no shut
Router1
Router
>en
Router
#conf t
Router
(config)#int fa0/0
Router
(config-if)#ip add 172.16.3.1 255.255.255.0
Router
(config-if)#no shut
Router
(config-if)#ex
Router
(config)#
Router
(config)#int s2/0
Router
(config-if)#ip add 172.16.2.2 255.255.255.0
Router
(config-if)#no shut
Router
(config-if)#ex
Router
(config)#
Router
(config)#int s3/0
Router
(config-if)#ip add 172.16.4.1255.255.255.0
Router
(config-if)#no shut
Router
(config-if)#ex
Router2
Router
>en
Router
#conf t
Router
(config)#int fa0/0
Router
(config-if)#ip add 172.16.5.1255.255.255.0
Router
(config-if)#no shut
Router
(config-if)#ex
Router
(config)#
Router
(config)#int s2/0
Router
(config-if)#ip add 172.16.4.2255.255.255.0
Router
(config-if)#no shut
4. Lakukan setting Routing pada CLI router.
Router0
Router (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.2.2
Router (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.2.2
Router (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.2.2
Router (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.2.2
Router (config)#ip route
172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.2.1
Router (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.4.2
Router (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.4.2
Router2
Router (config)#ip route
172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.4.1
Router (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.4.1
Router (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.4.1
5.
Jalankan ping untuk mengetes apakah PC saling terhubung.
IV. Kesimpulan
Pada praktikum kali ini dilakukan simulasi membuat router
static yaitu dengan melakukan setting pada serial setiap router dengan
menggunakan network address dari setiap router agar setiap network yang
terhubung pada router dapat berhubungan dengan network lainnya.