Minggu, 28 April 2019

Praktikum 7: Membuat Jaringan Router Static


MEMBUAT JARINGAN ROUTER STATIC










Disusun Oleh Kelompok L :

M. Hibatul Azizi
NIM: 064001600021
Ridho Rachmat G
NIM: 064001800006
Fikri Khalish
NIM: 064001800031
Uray Asyifa     
NIM: 064001800033




Teknik Informatika

Fakultas Teknologi Industri

Universitas Trisakti

Jakarta – Indonesia

2017
I. Tujuan Praktikum
Laporan ini dibuat untuk menyelesaikan praktikum tujuh matakuliah Jaringan Komputer. Selain itu, hal ini juga beguna sebagai panduan umum
dalam membuktikan percobaan Routing Static

II. Teori Percobaan
Tracer merupakan aplikasi untuk simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

Pengertian Router adalah sebuah alat yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai penghalaan. Proses penghalaan terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari protokol tumpukan (stack protocol) tujuh-lapis OSI.

Router berfungsi sebagai penghubung 2 jaringan atau lebih untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Default Gateway Supaya Router dapat mentransmisikan data. Default gateway sebagai alamat router, tanpa default gateway, komputer tidak dapat mengetahui router mana yang akan disambungkan dengan perangkat, jaringan, atau internet.

III. Langkah-Langkah Percobaan
1.Buat topologi seperti berikut ini.

2. Atur IP address dan Default Gateway masing-masing PC

3. Setting CLI pada masing-masing Router
Router0
Router>en            // enable
Router #conf t        //configure terminal
Router (config)#int fa0/0              //setting interface dari router ke switch
Router (config-if)#ip add 172.16.1.1 255.255.255.0 
Router (config-if)#no shut            //mengaktifkan setting diatasnya
Router (config-if)#ex         //exit
Router (config)#
Router (config)#int s2/0      //setting interface serial di Router
Router (config-if)#ip add 172.16.2.1255.255.255.0
Router (config-if)#no shut
Router (config-if)#ex


Router1
Router >en
Router #conf t
Router (config)#int fa0/0
Router (config-if)#ip add 172.16.3.1 255.255.255.0
Router (config-if)#no shut
Router (config-if)#ex
Router (config)#
Router (config)#int s2/0
Router (config-if)#ip add 172.16.2.2 255.255.255.0
Router (config-if)#no shut
Router (config-if)#ex
Router (config)#
Router (config)#int s3/0
Router (config-if)#ip add 172.16.4.1255.255.255.0
Router (config-if)#no shut
Router (config-if)#ex

Router2
Router >en
Router #conf t
Router (config)#int fa0/0
Router (config-if)#ip add 172.16.5.1255.255.255.0
Router (config-if)#no shut
Router (config-if)#ex
Router (config)#
Router (config)#int s2/0
Router (config-if)#ip add 172.16.4.2255.255.255.0
Router (config-if)#no shut
Router (config-if)#ex



4. Lakukan setting Routing pada CLI router.
Router0
                 Router (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.2.2
                 Router (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.2.2

Router1
Router (config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.2.1
          Router (config)#ip route 172.16.5.0 255.255.255.0 172.16.4.2


Router2
Router (config)#ip route 172.16.1.0 255.255.255.0 172.16.4.1
Router (config)#ip route 172.16.3.0 255.255.255.0 172.16.4.1




5. Jalankan ping untuk mengetes apakah PC saling terhubung.




IV. Kesimpulan
Pada praktikum kali ini dilakukan simulasi membuat router static yaitu dengan melakukan setting pada serial setiap router dengan menggunakan network address dari setiap router agar setiap network yang terhubung pada router dapat berhubungan dengan network lainnya.

Senin, 01 April 2019

Praktikum 6: Membuat Jaringan Inter VLAN


LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
MEMBUAT JARINGAN INTER VLAN








Disusun Oleh Kelompok L : 

M. Hibatul Azizi
NIM: 064001600021
Ridho Rachmat G
NIM: 064001800006
Fikri Khalish
NIM: 064001800031
Uray Asyifa       
NIM: 064001800033





Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2099
i.          Tujuan Praktikum
            Laporan ini dibuat untuk menyelesaikan praktikum enam matakuliah Jaringan Komputer. Selain itu, hal ini juga beguna sebagai panduan umum dalam membuktikan percobaan jaringan Inter Virtual Local Area Network.

ii.         Teori Percobaan
             
    Virtual LAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda.
    Agar komputer yang berbeda VLAN dapat terkoneksi maka dibutuhkan perangkat layer 3 yaitu router. Persyaratan router yang dapat dipakai untuk routing VLAN adalah router tersebut harus bisa dibuat trunking ke switch. Oleh karena itu, router-nya harus tersedia interfacefastethernet, selain itu IOS untuk router tersebut juga harus mendukung trunking. Cirinya adalah interface-nya bisa dibuat subinterface, dan mendukung enkapsulasi ISL serta DOT1Q. Inter-VLAN routing adalah proses mem-forward traffic network dari satu VLAN ke VLAN lain menggunakan router. VLAN diasosiasikan dengan ip subnet yang unik pada network. Konfigurasi subnet akan memfasilitasi proses routing pada lingkungan beberapa VLAN. Ketika kita menggunakan router untuk memfasilitasi inter-VLANroutinginterface pada router dapat dihubungkan dengan VLAN yang berbeda. Setiapdevice pada VLAN tersebut mengirimkan traffic melalui router untuk mencapai VLAN lain.

iii.        Langkah-Langkah Percobaan
           
1.      Pasang 1 router, 1 switch dan  6 pc. Lalu sambungkan dengan kabel automatic




2.                  Setting ip addres, submask, dan gateaway pada setiap pc





3.                  Setting cli pada router, seperti gambar di bawah ini

4.                  Lalu setting VLAN database pada switch
vlan number : 100        vlan number : 200
vlan name : TIF        vlan name :SI


5.                  Masih pada swicth, buka file klik fastEthernet 0/1 (router – swicth), dan pilih trunk.



6.                  Untuk fastEthernet 0/2 sampai 0/4 (swicth – pc), pilih access (TIF 100)



7.                  Untuk fastEthernet 0/5 sampai 0/7 (swicth – pc), pilih access (SI 200)




8.                  Lalu lakukan percobaan ping contohnya dari pc 3 ke pc 1. Lihat hasilnya


9.                  Setelah sukses. Kita coba kirim surat dari pc 3 ke pc 1.



10.              Setiap PC sudah terhubung. 

iv. Kesimpulan
Dengan dilakukannya praktikum jaringan InetVLAN ini diketahui cara untuk menghubungkan 2 VLAN yang berbeda di Cisco Packet Tracer. Hal ini dapat digunakan saat akan mencoba membuat VLAN.